Ketika keadaan sudah sangat kritis, Darurat dan sangat butuh pertolongan

Diposting oleh admin on Minggu, 20 Maret 2016

Pertanyaan: Saya sudah berusaha semaksimal mungkin mencari rejeki tapi belum bisa bayar hutang yang menumpuk, apalagi bisa membeli rumah, boro-boro mencicipi nikmatnya barang mewah, apa ada solusi?

Jawaban: Berdoalah dan berusahalah.
Anda tahu kisah siti Hajar ketika ditinggal di lembah tandus bersama putranya yang masih bayi yaitu Ismail alaihissalam? Beliau siti Hajar berlarian pulang pergi menaiki bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air karena bekal air habis, dan susu telah kering sementara putranya menangis karena kehausan. Tetapi apakah dijumpai olehnya air di puncak kedua bukit tersebut? Tidak saudaraku, ternyata rizki Allah turun di dekat kaki nabi Ismail alaihi salam yang masih bayi kala itu.
Dari kisah di atas kita bisa mengambil faidah pelajaran bahwa rizki itu bukanlah semata hasil usaha kita. Kita bisa melihat pada suasana yang genting dan hampir-hampir secara akal sulit mendapatkan air ternyata hanyalah hal sepele di pandangan Allah subhanahu wata'ala. Kita hanya dituntut untuk berusaha dan berdoa. Adapun rizki tiap-tiap makhluk itu sudah dijamin kelangsunganya oleh Sang Pencipta Alam semesta ini.


Bercermin
 
Cobalah tengok kondisi yang saudara alami saat ini, apakah ia sudah sekritis dan segenting yang dialami oleh ibu Hajar dan nabi Ismail alaihissalam tersebut di atas? Jika yang anda alami berupa himpitan hutang, tunggakan cicilan, belum bisa dikatakan sebagai kondisi antara hidup dan mati. Apakah lagi yang anda khawatirkan? Tersenyumlah dan sambutlah hari cerah ini dengan penuh gairah. 
Pertolongan Allah ta'ala dekat dan Dia pun telah berjanji akan mengabulkan doa hambaNya yang berdoa kepadaNya.

Kerjakan yang mudah

Nasihat para motivator dari jaman dulu sampai sekarang ialah kita mulai dengan mengerjakan apa-apa yang mudah dan bisa kita kerjakan terlebih dahulu. Jika ada gunung meletus maka kita tidak dituntut untuk membendung lahar, akan tetapi mencari keselamatan dengan menjauh dari pusat bencana, dan tempat yang aman dari kejaran bencana. Jika ada penagih hutang menagih hutang kepada kita sementara kita tidak punya uang, maka kita tidak dituntut untuk memproduksi uang sendiri, malah bisa ditangkap nanti karena dianggap menyaingi Perum Peruri. Kita cukup memberikan alasan, dan menyatakan bahwa kita beritikad baik untuk membayar hutang tersebut di kesempatan yang akan datang. Dan jangan lupa katakan Insya Allahu ta├íla. Karena tentu saja kita tidak tahu apakah esok kita bisa melaksanakan janji kita tersebut. 

Tetap Tenang

Maukah anda saya ceritakan kisah lucu? 
Alkisah dalam sebuah buku diceritakan, ada seorang kapten kapal perang yang sangat berprestasi, ia terkenal seorang yang selalu tenang di setiap keadaan. Dalam situasi segenting apapun dia tetap tenang dan itu menjadi rahasia kesuksesannya memimpin anak buah kapalnya dengan baik. Suatu ketika ia ditanya, "Anda selalu tampak tenang di setiap keadaan kep, apakah ada waktunya dimana anda panik?" Si kapten kapal tersebut terbatuk kecil dan menjawab, "Hanya saat pulang ke rumah". Si penanya pun terdiam seribu bahasa.
Hikmah di balik kutipan kisah humor tersebut ialah, ketegangan di medan perang itu masih kalah jika di bandingkan dengan ketegangan saat pulang ke rumah, tentu saja hal semacam ini hanya berlaku bagi seorang perwira yang takut istri.
Anda pun bisa menganalogikannya dengan kasus masalah yang menimpa anda, bayangkan derita orang lain yang lebih parah, proyeksikan diri anda sebagai siti Hajar yang bersama anaknya di lembah Bakka tanpa air tanpa bekal kecuali bekal ketakwaannya pada Allah semata. Apakah anda layak untuk cemas?
Barangkali dengan membandingkannya dengan situasi yang jauh lebih parah, anda bisa untuk mendapatkan kembali kendali emosional anda, dan banyaklah berdzikir, karena dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang. 

Melangkahlah

Berribu-ribu kilometer perjalanan dimulai dari satu langkah ke depan. Ini adalah hal yang semua orang pahami akan tetapi sering dilupakan. Sebagian ingin melangkah langsung sepuluh langkah ke depan dengan metode Ponzi yang mungkin kini banyak merebak bisnis MLM dimana produknya tidak jelas, hanya skema cepat kaya yang akhirnya hanya menuai derita. Ada juga yang tak bergeming di tempat semula karena takut atau ragu-ragu untuk sekedar memulai berinvestasi, atau mulai berkarya, atau malah karena malu untuk berusaha sebagai wirausaha yang halal hanya karena ijazahnya sarjana meninggikan gengsinya dan menghalanginya untuk menjadi seorang penjual.
Melangkahlah, selama muamalah tersebut legal, masuk akal, serta tidak mengandung unsur-unsur ribawi atau masih dalam koridor halal, maka tunggu apa lagi? Jalankan!
Adapun kesuksesan itu ialah bukan sesuatu yang datangnya tiba-tiba. Akan tetapi sukses itu melalui proses yang mana dari proses itu sendirilah maka kesuksesan bisa sedikit-demi sedikit terbentuk. 

Dan kesuksesan yang sejati itu bukan di dunia letaknya, sukses sejati itu ialah diselamatkan dari api neraka. Hendaknya cita-cita tertinggi dari masa depan yang paling depan inilah yang senantiasa kita ingat dan hunjamkan di relung sanubari sebagai target sukses sebenarnya. 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar